Pak Surip

Sunday, February 24, 2013

Sinar mentari masih semburat merah di ufuk timur. Pertanda hari baru telah lahir. Awan berarak mengikuti kemauan sang bayu nan semilir. Embun pagi kemilau putih menempel di rerumputan. Aku sungguh terpesona menatap ciptaan Tuhan itu. Sayang kemilau itu menjadi sirna ketika puluhan bebek yang dikomandani Pak Surip menerjangnya tanpa ampun. Akupun kecewa , karena untuk melihatnya lagi butuh waktu 24 jam lagi. Pak Surip tak sadar bahwa dia telah mengecewakan aku. Tapi biarlah karena ini memang salahku sendiri, mengapa sepagi itu aku ingin melihat bebek-bebek Pak Surip yang berbaris indah dengan suaranya yang bersahut-sahutan..... weeeeekk.....weeekkk....weeekkk......Aku hanya bisa berdoa semoga esok pagi Tuhan masih berkenan mengijinkan aku melihatnya kembali.
 Posted By:Pamella Puspita Sari

0 komentar:

Post a Comment